PSAD Berbenah dari Portal Elektronik Hingga Pengaturan Pasar Subuh
Kepala Unit Pelaksana
Teknis (UPT) PSAD Berau, Joni.
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD) Kabupaten Berau yang pernah meraih predikat pasar tradisional terbaik tingkat nasional pada 2019 kini mulai bersiap melakukan pembenahan di berbagai sektor. Penataan kembali dinilai penting agar pasar yang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat Berau itu tetap tertib, bersih, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.
Yang menjadi
perhatian pengelola antara lain pengaturan aktivitas pasar subuh, peningkatan
kebersihan lingkungan pasar, hingga optimalisasi fasilitas yang telah
disediakan oleh Pemkab Berau.
Kepala Unit Pelaksana
Teknis (UPT) PSAD Berau, Joni, yang baru dilantik memimpin pengelolaan pasar
tersebut, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program yang telah berjalan
sekaligus melakukan pembenahan secara bertahap. Menurutnya, langkah awal yang
akan dilakukan adalah mengaktifkan kembali portal elektronik di pintu masuk
pasar yang sebelumnya sempat tidak difungsikan.
Portal tersebut
merupakan fasilitas yang dibangun pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya
modernisasi pengelolaan pasar tradisional agar lebih tertib dan terorganisasi.
“Kita usahakan
setelah Hari Raya Idulfitri portal elektronik itu bisa difungsikan kembali.
Kita kembalikan seperti awal,” ujar Joni usai dilantik oleh Bupati Berau, belum
lama ini saat diwawancarai
Sebelum portal
kembali dioperasikan, pihak pengelola pasar akan melakukan sosialisasi kepada
pedagang dan pengunjung agar sistem tersebut dapat dipahami dengan baik dan
tidak menimbulkan kesalahpahaman seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
Selain portal
elektronik, penataan aktivitas pasar
subuh juga menjadi perhatian. Selama
ini, aktivitas perdagangan pada waktu tersebut dinilai belum tertata secara
optimal sehingga perlu dilakukan pembenahan agar lebih teratur.
Menurut Joni,
penataan akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengacu pada Peraturan
Bupati (Perbup) yang berlaku agar tidak mengganggu aktivitas pedagang yang
menggantungkan penghasilan dari aktivitas tersebut.
“Untuk pasar subuh
yang sekarang terlihat belum tertata, nanti kita susun kembali sesuai regulasi
yang ada. Kita atur dan kita tata secara perlahan-lahan,” katanya.
Tidak hanya soal
penataan aktivitas perdagangan, aspek kebersihan pasar juga menjadi fokus utama dalam pengelolaan
PSAD ke depan. Kebersihan dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan
kenyamanan bagi pedagang maupun masyarakat yang datang berbelanja. Karena itu,
pihaknya menempatkan program kebersihan sebagai prioritas agar kondisi pasar
tetap rapi dan tertata.
“Kami menjadikan
kebersihan sebagai program prioritas agar PSAD lebih bersih dan tertata,”
ujarnya. Joni menyadari bahwa proses pembenahan pasar tidak dapat dilakukan
secara instan. Namun dengan dukungan bersama antara pengelola pasar, pedagang,
serta masyarakat, ia optimistis kondisi PSAD dapat kembali tertata dan nyaman
seperti saat meraih prestasi di tingkat nasional.
“Perubahan akan kita lakukan secara bertahap. Yang penting pasar ini bisa kembali rapi, bersih, dan nyaman bagi semua,” pungkasnya.
Pembenahan tersebut
diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan berbelanja, tetapi juga menjaga
reputasi PSAD sebagai salah satu pasar tradisional kebanggaan masyarakat
Kabupaten Berau. (sep/FN)